Google Play bukanlah sekedar toko aplikasi dan gim buat perangkat Android. Layanan dari Google yang sebelumnya bernama Android Market ini telah menjelma menjadi tempat developer aplikasi dalam beradu kreativitas dan inovasi. Tak pelak, hal ini membuat pengguna Android semakin termanjakan oleh beragam aplikasi serta gim bermutu.

Upaya developer untuk menyajikan kreativitas terbaik di aplikasi buatannya tak luput dari sorotan Google. Karena itu, Google menggelar ajang Google Play Awards sejak 2016. Ajang ini bertujuan untuk memberi apresiasi tertinggi untuk aplikasi dan gim dengan kualitas jempolan.

Desember 2020, Google Play Awards kelima telah sukses digelar. Pada penyelenggaraan kali ini, ada lima kategori penghargaan. Tidak hanya aplikasi dan gim, tetapi juga buku, film, dan nominasi pilihan para pengguna. Namun, yang akan kita babar sekarang adalah soal gim. Carisinyal mencatat ada 20 gim yang mendapat kredit dari enam nominasi penghargaan. Penasaran apa saja game-nya? Simak satu per satu di bawah ini:

1. Genshin Impact

Genshin Impact memang masih ‘anak bawang’ jika dilihat kapan gim ini nangkring di Google Play Store. Gim besutan developer miHoYo ini baru ada di Google Store pada September 2020. Tak dinyana kehadirannya mendapat antusiasme tinggi dari pecinta gim.

Hal itu dibuktikan dengan angka unduhan dari gim petualangan ini yang mencapai lebih dari 10 juta. Sementara itu, lebih dari 1 juta orang memberi ulasan, dan menghasilkan rating 4,5 dari maksimal 5. Dari segi alur cerita, Genshin Impact memang panjang.

Sebab, pemain diharuskan melakukan eksplorasi di dunia terbuka (open-world). Yakni untuk berjalan, memanjat, berenang, terbang, memasak, hingga bertarung. Kekuatan gim ini terletak di sajian grafik (seperti pemandangan) dan efek suara yang memukau. Sensasi yang timbul pun seakan-akan seperti memainkan gim di konsol.

Berkat inovasinya, Genshin Impact meraih penghargaan sebagai gim terbaik (Best Game of 2020). Selain itu, gim ini juga meraih penghargaan sebagai salah satu game inovatif terbaik (Best Game Changers). Cobalah memainkan gim ini dengan mengaksesnya dari sini.

2. Spongebob: Krusty Cook-Off

Apa jadinya jika seluruh kelucuan aneh di kartun SpongeBob disalin ke dalam sebuah gim? Ternyata sisi jenakanya sama sekali tidak hilang. Hal ini terjadi karena alur cerita yang diadaptasi sama persis dengan yang ada di film-nya.

Game bikinan Nukebox Studios dan Tilting Point ini memang tergolong sederhana. Yakni sebatas simulasi memasak di Krusty Krab, berikut kebebasan untuk mendekorasi restoran dan kustomisasi kostum karakter. Meski begitu, rasa penasaran orang untuk memainkan gim ini tak bisa dibendung.

Hingga artikel ini ditulis, sudah ada 10 juta orang lebih yang mengunduh gim ringan dan seru ini. Sebanyak 233 ribu orang di antaranya telah memberi respons yang menghasilkan rating 4,3. Pencapaian itu membuat Spongebob: Krusty Cook-Off memperoleh penghargaan sebagai Users’ Choice Game of 2020 (Game Pilihan Pengguna).

Selain itu, gim ini juga menjadi salah satu penerima penghargaan Best Pick Up & Play (Gim Kasual Terbaik). Serunya bermain game Spongebob: Krusty Cook-Off bisa kamu rasakan dengan mengunduhnya via tautan ini.

3. Brawlhalla

Brawlhalla awalnya dibikin untuk PC dan beberapa konsol gim. Baru pada Agustus 2020, sang developer, Blue Mammoth Games, menyediakan gim ini untuk perangkat Android dan iOS melalui Ubisoft. Game play yang disajikan Brawlhalla cukup menarik untuk kelas gim pertarungan.

Seorang pemain diharuskan memilih satu karakter untuk bertarung demi mengalahkan satu per satu musuh di suatu arena. Kemenangan yang diraih menjadi tiket untuk mengakses ke stage selanjutnya. Tidak hanya stage lanjutan yang didapat, tetapi juga skin, emotikon, karakter baru, dan lain-lain.

Dalam arena pertarungan, pemain bisa mengeluarkan serangan, senjata, jurus, melompat, dan berjalan cepat. Pertarungan makin seru karena kamu bisa bermain dengan banyak mode. Salah satunya adalah mode Free-For-All, alias 4 pemain online bertarung di satu arena. Menariknya, mode tersebut bisa mempertemukan pemain dari beragam platform (cross-play). Adapun gim ini juga bisa dimainkan secara offline.

Di platform Android, gim dengan grafik kartun 2 dimensi ini sudah diunduh 5 juta orang lebih, dan mendapat rating 4,3. Oleh sebab itu, tak salah bila Google Play menganugerahkan Brawlhalla sebagai salah satu gim kompetitif terbaik edisi 2020. Kamu bisa ikut bertarung untuk jadi penguasa Valhalla dengan mengunduh gim ini di sini

4. Bullet Echo

Gim tactical battle-royale nyatanya juga bisa dikemas dengan grafik sederhana dengan game-play top-down (sorotan dari atas). Inilah Bullet Echo, sebuah gim dari ZeptoLab yang meluncur di Play Store pada Mei 2020. Gim ini menuntut kecepatan dan insting dari pemain untuk bisa menebak apakah ada musuh di sekitarnya.

Pasalnya, dalam arena yang misterius, radius pandangan pemain terbatas, hanya ada sinar senter yang membantu. Pemain juga harus sensitif terhadap suara pergerakan lawan. Salah ambil langkah bisa berujung keok karena tertembak. 

Bullet Echo menyediakan beragam karakter dengan kemampuan yang berbagai macam. Sepanjang permainan, kamu juga akan mendapat berbagai item seperti perlengkapan persenjataan. Adrenalin dan keseruan diyakini akan terpacu dalam mode bermain sendirian atau berkelompok.

Dalam Google Play Awards 2020, gim yang sudah diunduh lebih dari 5 juta orang ini mendapat penghargaan Best Competitive (Game Kompetitif Terbaik). Kamu bisa menjadi bagian dari keseruan bermain Bullet Echo dengan mengunduhnya di sini

5. GWENT: The Witcher Card Game

Developer gim dari Polandia, CD Projekt Red, tentu ingin mengulang kesuksesan besar seperti saat menelurkan The Witcher 3: Wild Hunt. Gim tersebut meraih 18 penghargaan prestisius sejak meluncur pada 2013. Salah satu penghargaan yang diraihnya adalah Most Anticipated Game dari The Game Awards 2014.

Namun, CD Projekt Red tidak lantas mem-porting gim ini untuk perangkat Android. Mereka pun mencoba menyajikan karakter-karakter epik di The Withcer ke dalam gim permainan kartu yang dinamai “Gwent”. Gwent: The Witcher Card Game tak seperti gim permainan kartu pada umumnya. Ternyata upaya itu membuahkan penghargaan Best Competitive Game 2020.

Gim yang melantai di Google Play Store pada Maret 2020 ini hanya membolehkan pemain untuk mengeluarkan satu kartu setiap giliran. Hal ini membuat pemain mesti berpikir keras menciptakan strategi untuk bisa memenangi dua dari tiga ronde.

Adapun pemain diberikan opsi untuk memilih 25 kartu dari lima faksi yang tersedia, serta memilih 1 dari tiga leader. Pemain yang dinyatakan menang adalah yang mampu mengalahkan lawannya sebanyak dua ronde. Kamu bisa menjajal Gwent: The Witcher Card Game dengan mengaksesnya di sini.

6. Legends of Runeterra

Developer gim asal Amerika Serikat, Riot Games, tak pernah keluar dari genre MOBA sejak meluncurkan League of Legends (LoL) pada 2009. Sepuluh tahun berselang, mereka mencoba banting setir dengan memproduksi beberapa gim dengan beragam genre. Salah satunya adalah Legends of Runeterra yang merupakan gim permainan kartu.

Sama seperti Gwent yang mengadaptasi karakter dari The Withcer, Legends of Runeterra juga diwarnai oleh karakter-karakter dari League of Legends. Hal ini membuat para pemain setia LoL tak akan asing ketika memasuki dunia Runeterra. Prinsip gim ini mirip dengan gim permainan lain, semacam Yu-Gi-Oh. Yakni menyerang musuh untuk menghabiskan Hit Point.

Namun, sensasi di Legends of Runeterra benar-benar seperti gim MOBA karena yang diserang adalah Nexus (semacam turret). Saat hendak memainkan gim ini, pemain mesti memilih kartu secara bebas. Syaratnya, pemain harus mengambil dua region kartu dari tujuh yang disediakan. Ada tiga jenis kartu di sini: Champion, Follower, dan Spells (sihir).

Penggabungan kartu dari dua region bisa menghasilkan kartu baru dengan potensi efek yang lebih besar. Namun, untuk bisa melakukan penggabungan kartu, seseorang harus menghafalkan 40 keyword. Memang cukup rumit, tetapi nyatanya gim ini meraih penghargaan Best Competitive Game pada Google Play Awards 2020.

7. The Seven Deadly Sins: Grand Cross

Game apa yang ada di benakmu ketika mendengar nama developer Netmarble? Apakah RF (Rising Force) Online? Tepat sekali, developer game asal Korea Selatan itu memang kondang dengan gim-gim ber-genre RPG (Role-Playing Game). Meskipun begitu, tidak semua gim yang mereka bikin ber-genre RPG.

Pengalaman mereka yang panjang berkecimpung di genre tersebut membawa The Seven Deadly Sins: Grand Cross melenggang jadi salah satu yang terbaik. Gim yang diadaptasi dari anime dengan judul yang sama ini mendapat penghargaan Best Competitive dalam Google Play Awards 2020. Poin menarik dari gim ini tentu saja calan cerita mendetail yang sayang jika hanya di-skip.

Sebab, dengan mengikuti jalan ceritanya, pemain juga akan turut memahami karakter-karakter yang ada di dalam gim. Kemudian, visualisasi 3D ciamik juga membuat setiap orang yang memainkan akan terkesima. Secara singkat, gim ini sama sama seperti gim-gim RPG pada umumnya. Pemain diminta menyelesaikan misi dan mengumpulkan item.

Keseruan gim ini memang tak bisa dituliskan dalam satu atau dua kalimat. Kamu harus merasakannya langsung dengan mengunduhnya di sini.

8. Cookies Must Die

Google Play Awards 2020 juga memberi penghargaan kepada gim-gim hasil ramuan individu atau developer kecil yang independen. Belakangan gim ini disebut dengan gim indie. Satu dari lima gim yang meraih penghargaan sebagai yang terbaik adalah Cookies Must Die dari developer Rebel Twins.

Jika membaca namanya, orang-orang mungkin akan mengira gim ini tentang memasak kue. Ternyata gim ini sekilas seperti Metal Slug atau Cyborg Kuro Chan, tetapi misinya adalah mengalahkan monster-monster bertubuh kue. Mereka yang kangen dengan dua gim di PS 1 tersebut bisa bernostalgia lewat Cookies Must Die.

Kamu tak perlu terkoneksi dengan internet untuk memainkan gim ini. Cukup pilih karakter-karakter lucu yang disediakan, lawan para musuh, dan dapatkan uang untuk meningkatkan perlengkapan senjata. Cobalah memainkan gim dengan men-download-nya di sini.

9. GRIS

Meminjam kata-kata Pladidus Santoso dari Jagat Review, GRIS seperti karya seni yang hidup. Ungkapan ini memang tidak berlebihan untuk sebuah gim platformer yang dikerjakan oleh developer kecil, Nomada Studio. Ketika mulai memainkan gim ini, kamu akan dibawa ke dalam dunia abstrak yang penuh teka-teki.

Seorang gadis dengan muka sayu jatuh dari tangan raksasa jadi pembuka babak. Dialah Gris, yang mencoba menyembuhkan kepiluan sembari membuka cakrawala misteri. Tidak ada musuh yang harus dilawan oleh Gris. Ia hanya harus terus berjalan, berenang, dan terbang guna merangkai ceritanya sendiri.

Gim ini tak menampilkan teks, peta, atau petunjuk apa pun. Seluruhnya mengandalkan intuisi dan logika dari si pemain untuk bisa menerka setiap visualisasi simbol, suara, dan warna. Gim ini telah meraih 9 penghargaan sejak diluncurkan untuk Nintendo, macOS, dan Windows pada November 2018. 

Penganugerahan Best Indies Game dari Google Play Awards 2020 membuat penghargaan yang dimiliki GRIS genap jadi 10. Apakah kamu tertantang untuk hanyut dalam suasana GRIS? Cobalah mengunduhnya di sini.

10. inbento

Tak seperti GRIS yang merupakan teka-teki penuh misteri, inbento adalah teka-teki yang bisa membuat suasana hati si pemain berseri-seri. Khususnya jika si pemain adalah anak-anak. Game ini tidak menuntut otak untuk bekerja keras. Hanya butuh kejelian untuk melihat ruang kosong di dalam kotak bento.

Tugas kamu adalah membantu si kucing penyaji makanan untuk memilih item makanan untuk bisa ditata secara tepat ke dalam kotak bento. Item makanan itu bisa nasi, sushi, buah, sayuran, dan lain sebagainya. inbento telah berada di Google Play Store sejak September 2019.

Gim ini sudah diunduh 10 ribu kali dan mendapat rating 4,8. Gim bikinan developer Afterburn ini termasuk salah satu gim yang meraih penghargaan Best Indies dalam Google Play Awards 2020. Kamu dapat menjajal inbento dengan mengunduhnya dari sini.

11. Maze Machina

Seekor tikus sedang terjebak di labirin mekanis berupa kotak 4×4. Satu-satunya cara agar tikus itu bisa keluar adalah dengan menemukan kunci di salah satu kotak labirin, lalu menancapkannya ke kotak lain. Hanya saja, labirin mekanis itu dikendalikan oleh Automatron jahat yang mengirimkan tentara kecilnya.

Mau tidak mau, si tikus harus melawan dengan memerhatikan setiap langkah yang diambilnya. Sebab, sifat labirin mekanis membuat setiap langkah yang diambil si tikus diikuti oleh para tentara kecil. Oleh karena itu, si tikus harus bijak melangkahkan kaki untuk memijak kotak dengan simbol tertentu. Salah satu simbol akan memunculkan efek yang bisa memunculkan senjata guna melakukan perlawanan. 

Hanya saja, pikirkan dulu sebelum mengambil langkah. Pasalnya, terlalu banyak mengambil langkah bisa menguras stamina. Gim bernama Maze Machina ini menuntut kita untuk berpikir dan menciptakan strategi pengambilan keputusan terbaik.

Gim ini baru meluncur di Google Play Store pada Januari 2020, tetapi sudah diunduh 100 ribu kali. Konsep cerdas dibalut tampilan grafik 2D dan efek suara keren menjadikan gim ini mendapat anugerah Best Indies dalam Google Play Awards 2020. Uji kelihaianmu meracik strategi dengan mengunduh game ini di sini.

12. Sky: Children of the Light

Nuansa penuh harapan menatap keindahan masa depan terpampang tanpa keraguan. Penyebabnya adalah kehadiran seorang bocah dari Kerajaan Langit yang membawa cahaya terang. Tugas si bocah sederhana: memungut bintang yang jatuh untuk mengembalikannya ke angkasa supaya tetap gemerlap.

Di tengah perjalanan menyusuri tujuh dunia, sang bocah juga mesti menyalakan harapan kepada semesta. Yakni dengan membagi cahaya kepada setiap karakter yang dijumpainya, termasuk para leluhur. Sky: Children of the Light adalah wujud kreativitas ciamik dari developer gim that company inc. Game ber-genre RPG ini benar-benar membuat mata dan telinga terpana akan keindahan grafik dan tata suaranya.  

Meski begitu, gim ini tetap ringan. Berbagai penghargaan sudah diperoleh sejak gim ini meluncur pada Juli 2019. Salah satunya adalah iPhone Game of The Year (Best of 2019). Kesuksesan juga terjadi pasca Sky: Children of the Light meluncur ke Android pada April 2020. Ajang Google Play Awards 2020 memilih gim sebagai salah satu yang terbaik dalam nominasi Best Indies.

13. Disney Frozen Adventures: Game Match 3 

Film animasi garapan Walt Disney, Frozen, begitu fenomenal saat meluncur pada 2013. Buktinya, film ini memenangi berbagai penghargaan yang di antaranya adalah dua Grammy Awards. Orang-orang pun masih terngiang-ngiang akan lagu tema berjudul “Let it Go” yang dinyanyikan si pemeran utama, Idina Menzel (Ratu Elsa). 

Hingga akhirnya sekuel kedua Frozen melantai pada 2019 dan juga terbilang sukses. Developer gim asal Amerika Serikat, Jam City, pun melihat Frozen layak untuk diadaptasi ke sebuah gim. Maka dari itu, mereka meracik gim-gim dengan latar dan karakter film Frozen. Yang terbaru adalah Disney Frozen Adventures: Game Match 3.

Gim ini sederhana dan cocok untuk anak-anak. Tugas si pemain adalah menyusun puzzle, menjelajah kastil Arendelle, dan menghias istana secantik mungkin. Meski sederhana, tim developer rajin memberi update untuk gim ini. 

Itulah mengapa gim ini menjadi salah satu gim kasual terbaik (Best Pick Up & Play) dalam Google Play Awards 2020. Tertarik masuk ke dunia Frozen bersama Elsa, Anna, dan Olaf? Unduh gimnya di sini ya!

14. DreamWorks Trolls Pop: Bubble Shooter & Collection

Zuma mungkin menginspirasi banyak developer untuk membikin gim sejenis. Gimnya tak sulit karena pemain hanya diminta untuk menembakkan bola ke kumpulan bola dengan warna sama. Pemain akan menang jika bola berwarna yang disuplai oleh mesin habis ditembaki.

Bisa jadi developer Huuge Games mendapat ide dari Zuma, lalu menciptakan gim DreamWorks Trolls Pop: Bubble Shooter & Collection. Hanya saja, tingkat kesulitan gim buatan mereka itu lebih ramah untuk anak-anak. Karakter animasi dan sajian visualnya pun lucu. Selain itu, gim ini menggunakan gelembung berwarna, tidak bola sebagaimana Zuma.

Kendati baru meluncur Juni 2020 di Play Store, gim ini sudah diunduh 500 ribu kali. Rating-nya pun termasuk tinggi, 4,5/5. Wajar bila Google Play Awards 2020 memberi penghargaan Best Pick Up & Play (Gim Kasual Terbaik). Penasaran dengan DreamWorks Trolls Pop: Bubble Shooter & Collection? Unduh di sini.

15. EverMerge

Semuanya bisa terjadi dalam dunia fantasi. Di dunia fantasi, kita tidak perlu bersusah payah untuk mewujudkan semua mimpi. Seperti halnya di gim EverMerge, pemain tinggal menggeser item untuk menggabungkan dua atau lebih, kemudian perubahan pun terjadi. Konsep gim ini yang sederhana membuatnya bisa dimainkan oleh siapa saja.

EverMerge mengambil setting kehidupan kerajaan. Seseorang diminta menanam dan memanen item berupa tumbuh-tumbuhan, serta membangun item rumah dan istana. Semuanya dilakukan menggeser satu item untuk ditimpa ke item lainnya. Dengan begitu, item baru akan muncul disertai rewards.

Game bikinan developer kenamaan, Big Fish Games ini meluncur pada Mei 2020. Namun, jumlah pengunduhnya sudah mencapai 5 juta. Sebanyak 139 orang di antaranya memberi ulasan dengan hasil rating mengesankan, 4,5/5. Hal itu membuat Google Play Awards 2020 menjadikan gim ini masuk dalam daftar pemenang Best Pick Up & Play (Gim Kasual Terbaik). Penasaran dengan EverMerge? Unduh gimnya di sini.

16. Harry Potter: Puzzles & Spells 

Novel serial Harry Potter memang sudah selesai sejak seri ketujuhnya meluncur pada 2007: Deathly Hallows. Meski begitu, upaya untuk membawa dunia sihir Harry Potter ke sebuah gim belum usai. Hal ini seperti dilakukan oleh produsen gim Zynga yang membikin Harry Potter: Puzzles & Spells – Matching Games. 

Konsep gim ini sebenarnya mirip dengan gim puzzle warna pada umumnya. Yakni menyusun setidaknya tiga item dengan warna yang sama untuk meleburkannya. Hanya saja, yang membuat Harry Potter: Puzzles & Spells berbeda adalah adanya elemen sihir.

Pemain dibekali tongkat sesuai yang dipilih saat menciptakan karakter tertentu. Setiap tongkat tentu punya efek sihir yang berbeda-beda. Salah satu efeknya yakni menghancurkan susunan warna, sehingga permainan bisa lekas selesai. 

Gim yang sudah diunduh 10 juta orang di seluruh dunia ini juga memenangi penghargaan Best Pick Up (Gim Kasual Terbaik) dari Google Play Awards 2020. Tertarik menjadi penyihir bersama Harry, Ron, dan Hermione? Download saja gim-nya di sini.

17. Fancade

Fancade punya tampilan 3D kotak-kotak layaknya minecraft atau gim-gim 16 bit jadul. Namun demikian, memainkan Fancade bisa membuat kamu semua jadi candu. Bagaimana tidak? dalam di dalam Fancade terdapat bejibun gim yang seru.

Ada gim petualangan seperti Super Mario Bros, balap mobil layaknya Hill Climb, dan permainan kartu bak Solitaire. Hanya, karakter dan seluruh elemen yang ada di dalamnya dilukis dalam tampilan 3D kotak-kotak. Total ada lebih dari 50 gim dengan 1000 tingkatan level kesulitan.

Kamu bisa memainkan gim ini kapan pun, tanpa koneksi internet, dan tentu saja gratis. Menariknya, sang developer, Martin Magni, memperbolehkan pemain untuk membikin gimnya sendiri di Fancade. Sehingga koleksi gim di Fancade bisa makin banyak.

Ide brilian dari Martin Magni membuat Fancade meraih penghargaan Best Game Changers (Game Terinovatif) dalam Google Play Awards 2020. Gim ini sudah diunduh 1 juta kali sejak meluncur di Play Store pada April 2020. Apakah kamu tertantang untuk bermain dan menjadi kreator gim? Unduh Fancade di sini

18. Minimal Dungeon RPG

Siapa bilang gim RPG harus dibikin dengan artwork yang keren dan memukau. Buktinya ada Minimal Dungeon RPG, sebuah gim RPG yang dikemas sesederhana mungkin. HP ‘kentang’ yang memainkan gim ini pun dijamin lancar jaya.

Gim besutan CapPlay ini bercerita tentang seorang bocah diterjunkan di lembah Casa dan tiba-tiba saja menjadi seorang pejuang. Pasalnya, monster-monster jahat yang ada di situ langsung melihat kedatangan si bocah sebagai ancaman. Bocah itu pun mau tak mau harus berani melawan monster untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Uniknya, seluruh cerita di setiap babak diceritakan hanya dalam tulisan. Pertarungannya pun tak menampilkan aksi jotos-jotosan. Seluruh aksi yang diambil disediakan dalam balok-balok kotak dengan keterangan tertentu. Termasuk ketika melakukan eksplorasi, beristirahat, dan mengumpulkan item.

Meski dikemas dengan sederhana, gim ini benar-benar adiktif karena bisa menimbulkan rasa penasaran tinggi akan kelanjutan ceritanya. Menariknya lagi, gim ini gratis dan bisa dimainkan tanpa sambungan internet. Konsep gim RPG minimalis ini membuat Minimal Dungeon RPG dianugerahi Best Game Changers (Game Terinovatif) pada Google Play Awards 2020.

Gim ini memulai debut di Play Store pada Mei 2020, mendapat rating 4,6, dan sudah diunduh lebih dari 1 juta kali. Download Minimal Dungeon RPG di sini untuk menuntaskan rasa penasaranmu.

19. Ord.

Gim adiktif selanjutnya yang konsepnya jauh lebih sederhana adalah Ord. Bayangkan, setiap fase yang ditampilkan dalam gim ini hanya tiga kata. Tidak ada gambar, tak ada petunjuk, serta tidak ada musik, semuanya diwarnai hitam dan putih. Sementara itu, ada suara narator yang memberi penjelasan alur gim beserta pilihan-pilihannya.

Dari pilihan satu, kamu akan dibawa ke pilihan-pilihan selanjutnya untuk merangkai cerita. Cerita yang tentu saja sulit ditebak akhirnya seperti apa. Bila salah pilih, bisa jadi permainanmu selesai lebih dini. Kadang-kadang, pilihan yang diberikan sudah diacak sehingga akan terasa selalu baru.

Cerita di gim Ord. dimulai pada fase Alarm, ketika pemain diminta untuk memilih di antara Wake atau Snooze. Di sisi lain, gim bikinan Crescent Moon Games ini sayangnya belum tersedia dalam bahasa Indonesia. Hal itu mungkin membuatnya baru diunduh seribu kali.

Meski begitu, ide gim ini tergolong baru dibuktikan dengan raihan Best Game Changers (Game Terinovatif) dari Google Play Awards 2020. Jika bahasa Inggris bukan kendala buat kamu, rasakan keseruannya dengan mengunduh Ord. di sini.

20. The Gardens Between

The Gardens Between adalah gim terakhir yang dihadiahi penghargaan Best Game Changers (Game Terinovatif) dalam Google Play Awards 2020. Gim ini mengambil latar dua karakter bersahabat, Arina dan Frendt, yang tengah berlindung di sebuah rumah kayu saat hujan.

Tiba-tiba datanglah sebuah benda bercahaya yang membuat mereka melintasi dimensi lain dan mendarat ke sebuah pulau apung. Dengan benda bercahaya itu, Arina dan Frendt harus menciptakan pola manipulasi waktu untuk bisa melangkah ke masa lalu mereka.

Menguak kenangan tentang apa saja yang pernah mereka lakukan bersama, untuk memahami makna persahabatan. Kenangan yang telah terekam tersebut bisa jadi membuat haru, walaupun Arina dan Frendt tak mengucap satu pun kata sepanjang perjalanan gim.

Sebelum meluncur di Play Store pada Juli 2020, gim bikinan The Voxel Agents telah memenangi beberapa penghargaan. Salah satunya adalah Apple Design Award for 2019. Kesuksesan berlanjut dengan penghargaan Best Game Changers (Game Terinovatif) dari Google Play Awards 2020. The Gardens Between bisa kamu unduh di sini.

Demikian ulasan singkat mengenai deretan gim terbaik yang mendapat penghargaan dalam Google Play Awards 2020. Tidak semua gim yang disebut di sini adalah favorit semua orang. Namun, setiap gim mampu mencuri perhatian buat mereka yang senang dengan genre tertentu sehingga 20 gim di atas mungkin akan mewakili banyak penggemar.

Adakah salah satu gim di atas yang menjadi kesukaanmu dan masih kamu mainkan sampai sekarang? Bagikan kesan dan pengalamanmu di kolom komentar agar membuat teman-teman yang lain tertarik untuk memainkannya.