Xiaomi memastikan ponsel kelas atas terbarunya, Xiaomi Mi 11, masuk ke Indonesia. Jagoan Xiaomi ini diperkenalkan ke publik nusantara pada 16 Maret 2021. Adapun Xiaomi Mi 11 merupakan smartphone pertama dengan chipset Snapdragon 888 yang bisa dibeli secara resmi oleh masyarakat Indonesia.

Hal positif yang dibawa Mi 11 tentu bukan chipset kelas atas Snapdragon 888 saja. Sebab, ada banyak peningkatan yang menjadi pembeda dari sang pendahulu, Xiaomi Mi 10. Bisa jadi ini adalah kabar baik bagi Anda yang berkeinginan meng-upgrade ponselnya.

Jika Anda belum tahu faktor pembeda antara Mi 10 dan Mi 11, tak usah ke mana-mana. Anda sudah berada di laman yang tepat karena Carisinyal sudah merangkum perbedaan kedua ponsel dan bisa Anda cermati dalam artikel ini. Namun, simak dulu spesifikasi Mi 10 dan Mi 11 seperti berikut:

Spesifikasi Xiaomi Mi 10

  • Layar: Super AMOLED, 6.67 inci
  • Chipset: Qualcomm SM8250 Snapdragon 865 (7 nm+)
  • CPU: Octa-core (1×2,84 GHz Kryo 585 & 3×2,42 GHz Kryo 585 & 4×1,80 GHz Kryo 585)
  • GPU: Adreno 650
  • RAM: 8 GB
  • Memori Internal: 256 GB
  • Memori Eksternal: –
  • Kamera Belakang: Quad 108 MP + 13 MP + 2 MP + 2 MP
  • Kamera Depan: 20 MP
  • Baterai: Non-removable Li-Po 4780 mAh

Spesifikasi selengkapnya…

Spesifikasi Xiaomi Mi 11

  • Layar: AMOLED, 6,81 inci
  • Chipset: Qualcomm SM8350 Snapdragon 888 (5 nm)
  • CPU: Octa-core (1 x 2,84 GHz Kryo 680 & 3 x 2,42 GHz Kryo 680 & 4 x 1,80 GHz Kryo 680)
  • GPU: Adreno 660
  • RAM: 8 GB
  • Memori Internal: 256 GB
  • Memori Eksternal: –
  • Kamera Belakang: 108 MP + 13 MP + 5 MP
  • Kamera Depan: 20 MP
  • Baterai: Li-Po 4600 mAh, tidak dapat dilepas

Spesifikasi selengkapnya…

Perbedaan Xiaomi Mi 10 dan Xiaomi Mi 11

Setidaknya ada enam poin perbedaan yang patut Anda ketahui dari masing-masing ponsel. Masing-masing poin mewakili komponen baik yang ada di luar maupun di sisi dalam.

1. Desain

Desain menawan kedua ponsel mampu menyihir setiap pasang mata yang melihat. Bentuknya indah karena bagian depan dan belakangnya sama-sama menggunakan kaca yang melengkung. Perbedaannya terletak di bentuk dan jenis kacanya.

Layar depan Mi 11 memakai Gorilla Glass Victus yang punya lengkung di empat sisi. Sedangkan di bagian penutup belakang menggunakan Gorilla Glass 5 yang dipoles buram (frosted). Polesan ini membuat bercak tangan bisa diminimalkan.

Untuk diketahui, Mi 11 sebetulnya punya varian penutup belakang berbahan kulit. Namun, hingga artikel ini ditulis, yang masuk ke Indonesia hanya varian penutup belakang kaca.

Sementara itu, layar depan Mi 10 pakai Gorilla Glass 5 yang lengkungnya ada di sisi kiri dan kanan. Bagian kover juga memakai kaca yang tidak diketahui jenisnya dan punya profil warna glossy.

Perbedaaan selanjutnya terletak pada penataan kamera belakang. Mi 10 menata kamera belakangnya lurus ke bawah hingga menyerupai tanda seru. Konon, penataan seperti ini bikin lensa kamera cepat kotor karena mudah tersentuh oleh jari.

Perubahan penataan akhirnya terjadi pada si penerus. Ya, Mi 11 tak seperti kakaknya karena Xiaomi memberikan modul khusus berbentuk oval – sebagai rumah lensa – yang sedikit menonjol di pojok kanan atas,

Terakhir, desain dan berat Mi 10 dan Mi 11 juga tak sama. Mi 10 lebih pendek, lebih tebal, dan lebih berat dengan ukuran 162,5 x 74,8 x 9 mm dan berat 208 g. Sedangkan si adik yang lebih tipis punya dimensi 164,3 x 74,6 x 8,1 mm dan berat 196 g (varian kover kaca).

2. Layar

Ukuran adalah faktor pertama yang membuat layar AMOLED Mi 10 dan Mi 11 berbeda. Mi 10 yang punya layar 6,76 inci, kalah lebar dari Mi 11 (6,81 inci). Bentang layar yang lebih lebar disebabkan karena dimensi Mi 11 memang lebih panjang. Selisih ukuran ini mungkin tidak terlalu kelihatan.

Namun, hal-hal yang ada di dalam layarnya jelas memperlihatkan adanya jarak. Hal-hal itu adalah resolusi, kedalaman warna, kecerahan maksimal, laju penyegaran, hingga touch sampling rate. Pertama resolusi. Layar Mi 10 mengadopsi resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel). Jika dibagi dengan ukuran layarnya, maka terciptalah kerapatan piksel per inci sebanyak 386.

Mi 11 jelas lebih unggul karena resolusi layarnya sudah 2K atau Quad HD+ (1440 x 3200). Resolusi ini menciptakan densitas 515 ppi, sehingga gambar yang ditampilkan jadi lebih detail. Soal kedalaman warna, Mi 11 tentu lebih unggul karena mendukung 10 bit warna yang ragamnya mencapai 1,07 miliar. Sedangkan Mi 10 baru mencapai 16 juta warna (true color).

Lanjut ke kecerahan maksimal. Menurut China-Gadgets, kecerahan maksimal MI 10 ada di angka 1120 nit. Angka ini tentu saja sudah sangat bagus, karena tampilan layar dijamin bisa dilihat meski di bawah terik matahari. Namun, Mi 11 lagi-lagi mengungguli kakaknya karena bisa menyentuh kecerahan maksimal 1500 nit.

Kemudian, soal laju penyegaran, 90 Hz di layar Mi 10 sebetulnya sudah cukup nyaman untuk berbagai aktivitas. Semuanya terasa mulus, terutama saat memainkan gim yang mendukung 90 fps. Hanya saja, si adik tetap lebih keren lantaran lebih smooth dengan 120 fps.

Terakhir mengenai touch sampling rate. Sebagian dari Anda mungkin masih belum mengerti apa artinya terminologi ini. Touch sampling rate sederhananya adalah jumlah sentuhan yang bisa ditangkap ketika jari bergeser dari titik A ke titik B dalam satu detik. Makin besar angka touch sampling rate, layar makin responsif.

Terkait hal ini, Mi 10 sudah dibekali touch sampling rate yang lumayan, 180 Hz (5,5 milidetik per sentuhan). Namun, Mi 11 hampir 3 kali lebih cepat daripada si kakak dengan touch sampling rate 480 Hz (2,083 milidetik per sentuhan).

Fakta ini membuat layar Mi 11 lebih layak dipakai untuk main gim di level kompetitif, touch sampling 480 Hz adalah terbesar yang pernah dipakai oleh Xiaomi.

3. Kamera

Jumlah lensa kamera belakang yang dipakai Mi 11 berkurang jadi tiga. Tiga lensa itu dipasang untuk kamera utama 108 MP, kamera ultrawide 13 MP, dan kamera makro 5 MP. Kalau Mi 10 punya satu lingkaran lebih banyak, sebab ada pula sensor kedalaman 2 MP.

Soal kamera utama 108 MP, Mi 11 mungkin sedikit inferior karena bukaannya lebih kecil, yakni f/1.9 (Mi 10: f/1.7). Walau begitu Paco Zheng dari Gizmochina dan Thorben dari China-Gadgets tetap menganggap kamera Mi 11 punya hasil yang bagus. Kualitasnya jepretan saat malam hari juga oke.

Nah, lanjut ke kamera makro, Mi 11 punya resolusi yang lebih besar yakni 5 MP berbanding 2 MP milik Mi 10. Adapun kamera belakang Mi 11 bisa merekam video 8K di 24/30fps, 4K di 30/60fps,1080p di 30/60/120/240fps, serta HDR10+. Sama seperti Mi 10, tetapi opsi frame rate-nya lebih sedikit, yaitu 8K di 30fps, 4K di 30/60fps, dan 1080p di 30/60fps.

Kemudian soal kamera depan, Mi 10 dan Mi 11 sama sama memakai resolusi 20 MP. Akan tetapi, Mi 10 punya bukaan lebih besar (f/2.0) dibanding si adik (f/2.2), dan dukungan resolusi video yang lebih simpel (1080p 30fps). Sementara itu, kamera depan Mi 11 lebih luwes karena bisa merekam video dengan resolusi 1080p di 30/60fps dan 720p di 120fps.

4. Chipset

Semua pengamat teknologi pasti tahu bahwa Mi 11 memakai chipset terkencang di dunia, Snapdragon 888. Ciri khas chipset ini terletak pada core kencangnya yang memakai arsitektur Cortex-X1, lalu dimodifikasi jadi Kryo 680 prime. Belum ada prosesor Snapdragon lain yang pakai arsitektur ini.

Snapdragon 888 yang dibikin dengan proses fabrikasi 5 nm diklaim lebih bertenaga dan hemat daya daripada si kakak, Snapdragon 865 (7 nm+). Meskipun begitu, kalau dilihat-lihat, konfigurasi dan kecepatan yang dipakai sama.

Snapdragon 888 terdiri atas 1×2,84 GHz Kryo 680, 3×2,42 GHz Kryo 680, serta 4×1,80 GHz Kryo 680. Sedangkan Snapdragon 865 punya 1 core kencang Kryo 585 (2,84 GHz), 3 core medium Kryo 585 (2,42 GHz) dan 4 core hemat daya Kryo 585 (1,80 GHz). Sama bukan?

Akan tetapi, ternyata skor yang muncul dari benchmark sintetis Antutu 8 berbeda. Mengutip situs nanoreview, Snapdragon 888 punya skor CPU: 193.435, GPU: 295.493, dan total meraih 721.438. Sedangkan Snapdragon 865 mendapat skor CPU: 182.344, GPU: 220.987, dan keseluruhan 600.887.

Merujuk skor keseluruhan, Snapdragon 888 lebih kencang 20 persen daripada Snapdragon 865. Namun, patut digarisbawahi, hasil ini adalah gambaran singkat yang diperoleh ketika memacu performa smartphone dalam satu waktu.

5. Baterai dan Penyimpanan

Mi 10 dan Mi 11 dibekali baterai dengan kapasitas yang cukup. Yakni 4780 mAh buat Mi 10 dan 4600 mah untuk Mi 11. Melihat fakta kapasitas ini, Anda mungkin langsung menduga jika baterai Mi 10 lebih awet. Ternyata, dugaan Anda memang benar.

Menurut pengujian yang dilakukan oleh GSM Arena, Mi 10 memperoleh endurance rating 113 jam dalam mode laju penyegaran 60 Hz. Sementara dalam mode yang sama, Mi 11 cuma mendapat 89 jam. Perbedaan ukuran baterai bisa saja berpengaruh.

Akan tetapi, konsumsi daya layar dan chipset jelas lebih berpengaruh. Di poin ini, mungkin saja Anda akan merevisi penilaian terhadap Snapdragon 888 yang diklaim Qualcomm lebih hemat daya ketimbang Snapdragon 865.

Pembahasan berlanjut ke masalah sektor penyimpanan. Mi 10 dan Mi 11 yang datang secara resmi ke Indonesia dibekali memori internal 256 GB dan RAM 8 GB. Namun, teknologi memori internal yang dipakai berbeda.

Mi 10 memakai UFS 3.0, sedangkan Mi 11 sudah pakai yang lebih baru, yaitu UFS 3.1. Lantas, apa pengaruh perbedaaan ini? Yang jelas, UFS 3.1 lebih kencang dalam beberapa hal. Misalnya, dalam kecepatan tulis sequential, UFS 3.1 bisa tembus 1200 MB/detik. Tiga kali lebih kencang daripada UFS 3.0 (410 MB/detik).

6. Sensor dan Slot Kartu Sim

HP flagship sudah pasti punya sensor yang lengkap. Pemindai sidik jari, akselerometer, giro, proksimiti, dan kompas ada di kedua ponsel. Namun, ada sensor yang tak saling dimiliki oleh Mi 10 dan Mi 11. Pertama adalah barometer alias sensor tekanan udara.

Sensor ini dimiliki Mi 10, tapi absen di Mi 11. Sedangkan yang kedua adalah detektor detak jantung. Fitur ini menjadi satu dengan pemindai sidik jari di bawah permukaan layar milik Mi 11. Sayang, Mi 10 tak punya detektor detak jantung meskipun sama-sama mengadopsi sensor sidik jari di bawah permukaan layar.

Berpindah ke soal slot kartu SIM, orang Indonesia pasti akan lebih senang jika ponselnya bisa dipasang kartu SIM lebih dari satu. Untungnya Mi 11 mendukung hal itu. Walau begitu, tetap saja salah satu dari kedua slot SIM-nya tak bisa difungsikan sebagai tempat microSD. Adapun Mi 10 mendukung slot kartu SIM tunggal.

7. Bluetooth dan Speaker

Perbedaan generasi Bluetooth di antara kedua ponsel sebetulnya tidak terlalu berpengaruh. Bluetooth 5.1 yang dimiliki Mi 10 dan Bluetooth 5.2 yang dipasang di Mi 11 sama-sama punya transfer rate data yang tinggi. Hal ini penting supaya saat mendengarkan lagu dengan earbuds atau headset nirkabel tidak terjadi delay.

Pembeda di antara keduanya hanya soal protokol yang lebih lengkap dan konsumsi daya yang lebih hemat di Bluetooth 5.2. Sementara itu, masalah speaker, Mi 11 tentu lebih unggul karena punya pengeras suara yang di-tuning oleh Harman Kardon.

Kelantangan speaker Mi 11 mencapai -24.2 LUFS menurut GSM Arena. Angka ini masuk kategori sangat bagus. Meski begitu, speaker Mi 10 tidak jelek juga. Sebab, keluaran suaranya bisa mencapai -26.9 LUFS alias bagus.

Nah, itulah 7 perbedaan antara Xiaomi Mi 11 dan Mi 10. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah Mi 11 memang tidak sempurna karena tak semua aspek yang dimiliki lebih unggul daripada Mi 10.

Akan tetapi, jika dicermati dengan saksama, Mi 11 jelas punya sisi positif yang lebih banyak ketimbang si kakak. Terlebih keduanya punya banderol harga yang sama saat dirilis; Rp9,99 juta.