Penerus Samsung Galaxy A51 akhirnya lahir pada Maret 2021. Benar, ponsel itu adalah Samsung Galaxy A52 yang meluncur bersama Galaxy A32 dan A72. Salah satu ciri khas seri Galaxy A5x adalah desain dan fitur bak smartphone kelas atas, tetapi dijual dengan harga terjangkau.

Terbukti, Galaxy A51 menjadi ponsel paling laris di dunia dalam beberapa kuartal sepanjang 2020. Fakta ini membuat sebagian dari Anda mungkin saja penasaran dengan Galaxy A52. Jika Galaxy A52 punya banyak perbedaan positif daripada si pendahulu, bukan tidak mungkin jejak menjadi ponsel terlaris bakal diikuti.

Carisinyal pun sudah menyiapkan poin-poin pembeda antara Galaxy A51 dan Galaxy A52 yang dapat Anda simak di artikel ini. Namun, sebelum ke pemaparan, mari tengok spesifikasi umum dari kedua ponsel sebagai berikut:

Spesifikasi Samsung Galaxy A51

  • Layar: Super AMOLED, 6,5 inci, Full HD+ (1080 x 2400 piksel)
  • Chipset: Exynos 9611 910 nm)
  • CPU: Octa-core (4×2,3 GHz Cortex-A73 & 4×1,7 GHz Cortex-A53)
  • GPU: Mali-G72 MP3
  • RAM: 6 GB, 8 GB
  • Memori Internal: 128/6 GB, 256/8 GB
  • Memori Eksternal: microSD hingga 512 GB (slot khusus)
  • Kamera Belakang: 48 MP + 12 MP + 5 MP + 5 MP
  • Kamera Depan: 32 MP
  • Baterai: Li-Po 4000 mAh, tidak dapat dilepas

Spesifikasi selengkapnya…

Spesifikasi Samsung Galaxy A52

  • Layar: Super AMOLED 6,5 inci Full HD+, 90 Hz, 800 nits
  • Chipset: Snapdragon 720G (8 nm)
  • CPU: Octa-core (2×2,3 GHz Kryo 465 Gold & 6×1,8 GHz Kryo 465 Silver)
  • GPU: Adreno 618
  • RAM: 8 GB
  • Memori Internal: 128/8 GB, 256/8 GB
  • Memori Eksternal: microSD hingga 1 TB (slot bersama SIM)
  • Kamera Belakang: 64 MP + 12 MP + 5 MP + 5 MP
  • Kamera Depan: 32 MP
  • Baterai: Li-Po 4500 mAh, tidak dapat dilepas

Perbedaan Samsung Galaxy A51 dan Galaxy A52

Ada enam poin perbedaan yang kami catat dari kedua ponsel. Seluruhnya seputar bodi hingga apa yang terkandung di dalamnya. Cermati satu per satu poin perbedaan yang kami sajikan di bawah ini:

1. Desain dan Dimensi

Desain layar infinity-o ala flagship Galaxy Note 20 bisa Anda temukan di kedua ponsel. Karena itu, Anda mungkin tak bisa membedakan Galaxy A51 dan A52 jika hanya melihat bagian depannya. Perbedaan baru bisa Anda temukan jika membalik kedua ponsel.

Samsung memoles sisi buritan Galaxy A51 dengan motif prisma dengan perbedaan kontras warna dengan sekelilingnya. Sementara itu, Galaxy A52 tampil sederhana tanpa motif apa pun. Kesederhanaan Galaxy A52 berlanjut ke tata letak kamera belakang.

Lensa dan flash diletakkan dalam formasi 3-2 vertikal (seperti segitiga tumpul) yang mengisi modul berbentuk persegi panjang. Modul tersebut sedikit menonjol dengan warna yang selaras dengan bodi. Sedangkan si kakak, Galaxy A51, selalu memilih warna hitam untuk modul kamera belakang, apapun warna bodinya.

Tatanan lensanya juga punya formasi 3-2, tetapi tak membentuk segitiga tumpul seperti Galaxy A52. Melainkan menciptakan bentuk seperti huruf “b”. Adapun bodi dan rangka kedua ponsel dihasilkan dari bahan plastik.

Namun, Galaxy A52 lebih atraktif karena punya sertifikasi tahan air dan debu IP67. Karena itu, Galaxy A52 bisa menyelam hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit. Masalah desain selesai, lanjut ke soal dimensi.

Dimensi Galaxy A51 lebih pendek, lebih sempit, dan lebih tipis daripada si adik. Ukurannya adalah 158,5 x 73,6 x 7,9 mm dengan berat 172 g. Sedangkan Galaxy A52 yang berbobot 189 g punya dimensi 159,9 x 75,1 x 8,4 mm

2. Tampilan

Ukuran dan resolusi layar Super AMOLED tidak berubah. Masih 6,5 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2400 piksel). Yang berbeda adalah kemampuannya di bawah terik matahari dan kemulusannya dalam menampilkan animasi.

Dalam hal ini, Galaxy A52 unggul karena bisa mengeluarkan kecerahan maksimal di angka 800 nit. Ponsel ini juga lebih mulus saat scrolling, membuka tutup aplikasi, dan bisa memainkan gim 90 fps karena sudah mendukung laju penyegaran 90 Hz. Ada juga touch sampling rate 180 yang bikin layar cukup responsif dan membantu saat main gim.

Sementara itu, menurut pengujian GSM Arena, layar 60 Hz Galaxy A51 mencatatkan kecerahan maksimal 636 nit. Satu hal lagi yang membedakan layar kedua ponsel adalah lapisan proteksinya. Galaxy A51 masih memakai Corning Gorilla Glass 3, sedangkan si adik sudah pakai yang lebih tahan: Gorilla Glass 5.

3. Chipset

Galaxy A52 ternyata memilih jalan yang berbeda dari si kakak dalam menentukan sektor dapur pacu. Pasalnya, Galaxy A52 menggunakan Snapdragon 720G yang dibuat oleh Qualcomm.

Chipset yang dibikin dengan proses fabrikasi 8 nm ini terdiri atas 2 core kencang Kryo 465 Gold (2,3 GHz) dan 6 core hemat daya Kryo 465 Silver (1,8 GHz). Ada juga GPU Adreno 618 yang mampu melesat di kecepatan 750 MHz.

Sementara itu, Galaxy A51 percaya dengan chipset bikinan Samsung sendiri, yaitu Exynos 9611. Chipset ini dibuat via proses manufaktur 10 nm, terdiri atas 4 core ngebut Cortex A73 (2,3 GHz), 4 core irit Cortex A53 (1,7 GHz), plus GPU Mali-G72 MP3 (850 MHz).

Kalau melihat clock speed dan proses manufakturnya, Anda mungkin akan bilang bahwa Snapdragon 720G lebih oke daripada Exynos 9611. Ternyata asumsi Anda memang benar jika didasarkan pada uji benchmark sintetis.

Mengutip situs nanoreview, Snapdragon 720G mencetak skor total 281.284 pada aplikasi Antutu 8. Angka ini 54 persen lebih tinggi ketimbang Exynos 9611 yang menuliskan nilai 183.160. Hasil dengan kesimpulan sama juga ditunjukkan oleh aplikasi Geekbench 5.

Snapdragon 720G memang lebih perkasa daripada Exynos 9611 baik dalam performa singlecore (576 berbanding 332) maupun multicore (1702 berbanding 1212). Keputusan memilih jenis dan merek yang berbeda ternyata cukup berpengaruh buat Galaxy A52

4. Kamera

Samsung tak asal memberi slogan Awesome Camera buat Galaxy A52. Alasannya karena mereka benar-benar memberi peningkatan signifikan untuk sektor jepret menjepret ini. Hal ini terlihat dari kamera utama Galaxy A52 yang mengusung resolusi 64 megapiksel dengan bukaan f/1.8.

Ada juga penstabil gambar berbasis optik (OIS) dan sensor ISOCELL berukuran 1/1,7 inci. Kamera utama Galaxy A51 kalah dalam segi resolusi (48 MP), bukaan (f/2.0), dan ukuran sensor (1/2 inci). Bahkan juga tidak punya OIS yang memang langka buat ponsel kelas menengah.

Bukaan diafragma dan ukuran sensor yang lebih besar daripada si kakak membuat Galaxy A52 lebih andal digunakan dalam situasi kurang cahaya. Gambarnya pun bisa terhindar dari blur karena guncangan berkat hadirnya OIS.

5. Baterai

Galaxy A52 punya baterai dengan kapasitas 4500 mAh, lebih banyak 500 mAh daripada Galaxy A51. Dari fakta ini Anda tentu sudah menebak mana ponsel yang tahan dipakai dalam waktu lama. Tebakan Anda ternyata tidak salah.

Menurut pengujian yang dilakukan Preslav Kateliev dari Phone Arena, Galaxy A52 bisa dipakai untuk browsing hingga 16 jam 48 menit. Kalau dipakai buat streaming video di YouTube bisa tembus 8 jam 30 menit. Sedangkan jika digunakan untuk main gim 3D kuat menyala sampai 9 jam 42 menit.

Adapun Galaxy A51 mencatat waktu pakai 11 jam 35 menit buat browsing, 8 jam 35 menit untuk streaming YouTube, dan 6 jam 40 menit untuk main gim 3D. Seluruh pengujian dilakukan dengan mode 60 Hz untuk menyamakan dengan kemampuan layar Galaxy A51.

Bukan cuma awet, baterai Galaxy A52 juga lebih cepat terisi berkat dukungan teknologi pengisian cepat 25 Watt. Preslav Kataliev bilang, mengisi baterai Galaxy A52 dari 0-100 persen butuh waktu 99 menit. Sedangkan Galaxy A51 butuh waktu 105 menit.

Hal yang membuat Galaxy A51 sedikit lebih lama adalah karena teknologi pengisian cepat yang disertakan baru mencapai 15 Watt.

6. Memori, Speaker, dan Harga

Samsung Electronic Indonesia (SEIN) menghadirkan dua varian memori buat Galaxy A51 dan Galaxy A52. Namun, Galaxy A52 punya RAM yang lebih lapang di seluruh varian memori.

Sebab, RAM 8 GB disertakan buat varian memori internal 128 GB atau 256 GB. Galaxy A51 juga punya dua pilihan tersebut. Namun, pembeli harus rela mendapatkan RAM 6 GB jika memilih varian storage 128 GB. RAM 8 GB hanya tersedia buat Galaxy A51 dengan memori internal 256 GB.

Adapun jika 128 GB dan 256 GB kurang, dua ponsel yang punya NFC ini bisa ditingkatkan penyimpanannya menggunakan kartu microSD. Hanya saja, dukungan slot hybrid Galaxy A52 bisa menampung microSD sampai 1 TB, dua kali lipat daripada slot khusus yang disediakan pada Galaxy A51.

Selesai masalah memori, kita beranjak ke speaker. Dua-duanya sudah dibekali speaker ganda stereo dengan fitur Dolby Atmos. Namun, speaker Galaxy A52 juga di-tuning oleh anak perusahaan Samsung yang bergerak di bidang audio, AKG. Karena hal ini, bisa jadi keluaran suara Galaxy A52 lebih enak.

Terakhir soal harga kedua ponsel saat dirilis. Galaxy A52 lebih mahal dari si kakak, dengan Rp4,99 juta untuk varian memori 128/8 GB, dan Rp5,39 juga buat varian 256/8 GB.

Sementara Galaxy A51 dijual dengan harga Rp4,4 juta (128/6 GB) dan Rp4,69 juta (256/8 GB). Ada beragam alasan untuk menjelaskan kenapa harga perilisan Galaxy A52 lebih mahal. Di antaranya adalah peningkatan spesifikasi di berbagai segi dan inflasi.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan Galaxy A51 dan Galaxy A52. Kesimpulan yang bisa ditarik dari enam poin di atas adalah, Galaxy A52 menghadirkan banyak peningkatan ketimbang si kakak. Baik dari layar, chipset, kamera, baterai, kelapangan RAM, dan speaker.

Sedangkan perubahan desain ke arah minimalis membuat ponsel ini bisa dipakai oleh banyak orang di berbagai rentang umur. Seorang profesional, entertainer, mahasiswa, hingga remaja, pantas menggunakan ponsel ini untuk kegiatan sehari-hari.