Seorang atlet e-Sport dan videografer ternyata bisa memiliki problem yang sama. Meskipun begitu, pekerjaan mereka tentu saja berbeda. Problem yang mereka rasakan adalah performa melempem di masing-masing perangkat.

Atlet eSport mungkin saja mengeluh gim yang ia mainkan kadang mengalami drop fps, padahal smartphone yang digunakan kelas atas (flagship). Sedangkan sang videografer merasa video 4K yang ia rekam dengan kamera mirrorless selalu saja menghasilkan tampilan patah-patah. Bisa jadi, masalah yang mereka hadapi berkenaan dengan microSD.

Mereka pun berasumsi bahwa microSD yang terpasang di masing-masing gawai tak mampu mengakomodasi pekerjaan dengan baik. Si atlet eSport menduga, kemampuan ponsel menurun akibat microSD lamban menyediakan sebagian file game yang tersimpan di dalamnya.

Sementara itu, sang videografer meyakini bahwa kecepatan tulis dari microSD yang ia pasang kurang kencang jika diajak untuk merekam video beresolusi 4K. Sejurus kemudian, terbersit pikiran untuk mengganti microSD. Dari sekian merek yang ada, terpilihlah Sandisk yang namanya cukup terpercaya. Sebab, produsen memori flash satu ini sudah berdiri sejak 1988.

Masalah ternyata tidak selesai di keputusan memilih merek. Pasalnya, Sandisk punya dua microSD di kasta tertinggi, yakni Extreme dan Extreme Pro. Kalau melihat dari nama, sepertinya yang punya embel-embel Pro tampak lebih bagus. Akan tetapi, benarkah seperti itu?

Untuk mengungkap hal tersebut, kali ini carisinyal akan membedah perbedaan kedua jenis microSD. Namun, sebelum ke sana, ada baiknya membabar berbagai istilah yang tercetak di sebuah microSD. Dengan mengetahuinya, kita akan tahu mana memori terbaik untuk dijadikan media penyimpanan di sebuah gawai.

Istilah-istilah yang Sering Ditemukan di MicroSD

*

Fisik microSD cukup ramai dengan berbagai tulisan sebagaimana yang ditemukan di toko-toko atau ilustrasi gambar di atas. Selain merek dan nama produk, ada berbagai istilah dengan singkatan huruf yang mayoritas merujuk pada kecepatan. Berikut ini Carisinyal mencoba menjelaskan secara singkat apa makna di balik istilah-istilah tersebut.

Huruf C biasanya dicetak putih dengan angka 2, 4, 6, dan 10 di dalamnya. Namun, mayoritas perangkat saat ini minimal memakai dengan C yang ada angka 10-nya. C ini adalah singkatan dari Speed Class (kelas kecepatan).

Dalam hal ini, kelas kecepatan yang dimaksud yakni minimum sequential writing speed, alias kecepatan minimum untuk menuliskan sebuah file berukuran besar secara berurutan. MicroSD dengan kelas 10, berarti punya kecepatan tulis minimum 10 MB/detik.

U merujuk pada UHS (Ultra High Speed). Di dalam huruf U biasanya ada angka 1, 2, dan 3. U ini menandakan kecepatan transfer data minimum. Sebenarnya UHS adalah istilah baru dan hampir sama dengan C. Bedanya UHS diukur berdasarkan profil pin colokan (bus) di perangkat teranyar.

Sedangkan C adalah kecepatan yang diukur dengan standar perangkat lama. Adapun microSD bertuliskan U1 berarti kecepatan tulis minimumnya 10 MB/detik, U2 ada di angka 20 MB/detik, dan U3 mencapai 30 MB/detik.

Pengukuran kecepatan tulis video juga hal yang baru untuk microSD. Namun, kemunculan model pengukuran ini sangat relevan, khususnya karena sekarang semakin banyak content creator. MicroSD terdahulu biasanya tercetak lambang V10 yang artinya bisa menulis video dengan kecepatan 10 MB/detik. Sedangkan microSD keluaran baru banyak yang sudah V30 atau punya kecepatan tulis video 30 MB/detik.

Sejumlah pihak menuding microSD sebagai penyebab penurunan performa dari sebuah ponsel. Khususnya jika sebagian file aplikasi, baik itu gim atau aplikasi lain, tersimpan di dalam microSD. Alhasil, beberapa jenama ponsel memilih tak lagi memberi slot microSD pada produknya,

Produsen microSD pun memberi jawaban dengan memunculkan standar pengukuran kecepatan, ketika sebuah microSD digunakan sebagai media penyimpanan aplikasi. Standar yang ada saat ini ada dua, yakni A1 dan A2.

Keduanya diukur dengan satuan IOPS (Input Output per Second). Kinerja microSD A1 adalah 1500 baca kali baca, 500 tulis IOPS. Sedangkan A2 bisa 4000 kali baca dan 2000 kali penulisan per detik. Baik A1 dan A2 punya kecepatan tulis minimal 10 MB/detik.

Ada angka besar yang tertulis dengan satuan MB/s di bagian depan SD Card, miniSD, atau pun microSD. Ada yang bertuliskan 48 MB/s, 90 MB/s, 170 MB/s, dan lain sebagainya. Angka itu merupakan kecepatan baca (megabyte per detik) yang dimiliki si memori.

Jenis kecepatan yang satu ini berpengaruh ketika sebuah perangkat mencoba mengakses data yang ada di dalam microSD untuk diproses. Kecepatan baca bisa diibaratkan dengan parit. Jika diameter parit lebar, maka volume aliran air yang keluar bisa semakin besar.

  • SDSC, SDHC, SDXC, dan SDUC

SDSC, SDHC, SDXC, dan SDUC sebetulnya bukan sekadar istilah untuk membedakan rentang kapasitas memori yang dimiliki. Pasalnya, keempat istilah tersebut juga merupakan jenis kartu SD (Secure Digital) dengan perbedaan pin colokan (bus). Pin colokan itu tentu saja akan berpengaruh pada kecepatan yang bisa dicapai oleh memori.

Selain itu ada pula perbedaan format penyimpanan file di antara keempatnya. SDSC (Secure Digital Standard Capacity) atau bisa disebut SD saja, adalah penyempurnaan dari MMC (MultiMedia Card). Kartu SD menggunakan format penyimpanan FAT 16, dan paling besar berkapasitas 2 GB.

Sedangkan SDHC (Secure Digital High Capacity) biasanya berkapasitas 4-32 GB, dengan format penyimpanan FAT 32. Di jenis SDHC ini mulai dikenalkan UHS bus I yang bisa menyediakan jalur kecepatan 50-104 MB/detik.  Kemudian, SDXC (Secure Digital eXtended Capacity) lazimnya berukuran 32 GB – 2 TB, dengan format penyimpanan FAT 32 atau exFAT.

Terbaru ada SDUC (Secure Digital Ultra Capacity) yang kapasitasnya di atas 2 TB hingga 128 TB. Jenis memori yang menggunakan format penyimpanan exFAT ini mampu menyediakan kecepatan sampai 985 MB/detik.

Perbedaan MicroSD Sandisk Extreme dan Extreme Pro

Sudah jelaskan apa saja istilah-istilah yang biasanya ada di sebuah microSD. Kini saatnya melihat apa sih yang menjadi perbedaan di antara Sandisk Extreme dan Sandisk Extreme Pro. Berikut rinciannya:

1. Kecepatan

Baik Extreme dan Extreme Pro sama-sama punya seri yang berlabel U3, A2, dan V30. Jadi, apakah kedua microSD ini punya kecepatan yang sama? Tentu saja tidak. Kedua memori ternyata punya kecepatan maksimum yang beda, baik menulis atau membaca.

Menurut fotografer profesional, Tom Shu, di situs Wit and Folly, Sandisk Extreme Pro selalu lebih cepat daripada saudaranya. Extreme Pro punya kecepatan baca maksimum 170 MB/detik dengan kecepatan tulis maksimum 90 MB/detik. Sedangkan Extreme 150 MB/detik untuk kecepatan baca maksimumnya, dan 70 MB buat kecepatan tulis maksimumnya.

Sebagian besar fotografer dan videografer merasa Sandisk Extreme sudah cukup untuk kebutuhannya. Namun, untuk pembuat film dengan resolusi 4K cenderung menggunakan Sandisk Extreme Pro. Hanya saja, kata Tom Shu, tidak semua kamera kompatibel dengan Sandisk Extreme Pro untuk saat ini.

2. Kapasitas

Kedua memori sama-sama dijual mulai dari kapasitas 32 GB. Namun, Sandisk Extreme Pro punya varian lebih banyak karena ada yang sampai 1 TB. Sementara itu, Sandisk Extreme paling mentok berkapasitas 256 GB.

Bisa dibayangkan, jika menjepret foto beresolusi 16 MP dengan format RAW, maka microSD berukuran 32 GB hanya akan bisa menampung 572 gambar. Satu gambar beresolusi 16 MP ukurannya bisa sampai 48 MB. Sementara itu, microSD berukuran 64 GB hanya bisa menampung video 20 menit jika resolusinya adalah 4K.

3. Ketahanan

Seorang fotografer dan videografer tentu akan sering menghadapi berbagai macam kondisi cuaca ketika mengabadikan momen di luar ruangan. Beruntung baik Sandisk Extreme maupun Extreme Pro terjamin keandalannya. Sebab, keduanya anti air, tahan guncangan, tahan terhadap terpaan radiasi sinar X.

Bahkan, kedua memori tahan digunakan pada suhu -25 hingga 85 derajat celcius. Terlepas dari faktor ketahanan tersebut, keduanya memiliki garansi seumur hidup. Demikian menurut fotografer profesional, Tom Shu

4. Kemasan

Poin ini sebenarnya tidak terlalu penting, tetapi tidak ada salahnya dibicarakan. Kemasan Sandisk Extreme sama dengan kartu memori Sandisk lain pada umumnya. Hanya selembar kertas karton yang dibagian depannya di-press dengan mika. Sedangkan Sandisk Extreme Pro terlihat lebih mahal karena kemasannya berbentuk kardus persegi panjang dengan mika di bagian depan.

5. Harga

Tak usah ditanya lagi soal harga. Dengan segala kelebihan yang dimiliki, Sandisk Extreme Pro tentu sudah jelas punya harga lebih tinggi ketimbang Sandisk Extreme. Hanya, yang perlu diketahui adalah selisih harganya di kapasitas serupa.

Misalnya kita ambil contoh kapasitas 128 GB. Dari pantauan Carisinyal di beberapa toko online, Sandisk Extreme Pro dengan kapasitas 128 GB dijual dengan harga berkisar Rp500 ribu. Sedangkan Sandisk Extreme Pro dijual dengan harga sekitar Rp1.1 juta sehingga bisa disimpulkan bahwa harga Sandisk Extreme Pro dua kali lipat lebih mahal ketimbang Sandisk Extreme.

Demikian ulasan mengenai perbedaan antara Sandisk Extreme dan Extreme Pro. Artikel ini dibuat agar kamu yang sedang membutuhkan media penyimpanan berkecepatan tinggi dapat memilih memori terbaik. Yakni dengan memperhatikan spesifikasi dan harga.

Sandisk Extreme Pro tentu saja memiliki seluruh spesifikasi tertinggi dari sebuah microSD. Namun, bisa jadi Sandisk Extreme adalah pilihan terbaik karena harganya yang lebih terjangkau dan spesifikasinya sudah lebih dari cukup.